AMBON,DP - Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi melantik dan mengambil sumpah 224 pejabat Administrator dan pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.
Pelantikan tersebut berlangsung di Taman Pattimura, Ambon, Jumat (11/9/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam arahannya, Wattimena menegaskan agar seluruh pejabat bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku serta menjunjung otoritas tinggi dalam menjalankan tugas.
“Kerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku, berintegritas. Yang kedua, kerja harus jujur, kemudian melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan tulus dan ikhlas,” pesan Wattimena
Menurutnya, penempatan 224 pejabat tersebut mengacu pada pelaksanaan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon. Oleh karena itu, para pejabat diminta fokus menjalankan tugas sesuai jabatan dan tugas pokok serta fungsi (tupoksi) masing-masing.
Wattimena menegaskan, pejabat yang telah diberi kepercayaan tidak perlu mempersoalkan penempatannya, tetapi harus segera bekerja dan menunjukkan tanggung jawab sesuai tugas yang diberikan.
“Jadi kerja saja sesuai tugas dan tupoksi, itu sudah cukup,” tegasnya.
Selain integritas dan kejujuran, mantan Sekretaris Dewan Provinsi Maluku ini juga meminta para pejabat memperkuat koordinasi dan kerja sama antara satu dengan lainnya.
Menurutnya, koordinasi menjadi bagian penting agar roda pemerintahan dapat berjalan efektif dan berbagai permasalahan di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik.
“Jalin koordinasi antara sesama,” pesannya.
Wattimena berharap, dengan dilantiknya pejabat Administrator dan pejabat pengawas tersebut, tidak lagi terjadi hambatan dalam struktur pemerintahan, termasuk pada tingkat kecamatan maupun kelurahan.
Ia menilai, terpenuhinya struktur jabatan hingga tingkat bawah akan memperkuat pelayanan pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam merespons berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut Bodewin menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada jabatan yang disandang, melainkan pada kemampuan menjalankan tugas serta memberikan dampak nyata bagi pemerintahan dan masyarakat.
“Jabatan bukanlah ukuran keberhasilan. Ukuran keberhasilan adalah bagaimana tugas itu dijalankan dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia pun berharap para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan dirinya sebagai wali kota untuk turun langsung melihat seluruh permasalahan di setiap kelurahan.
“Tidak mungkin saya turun langsung ke kelurahan melihat semua persoalan yang ada. Oleh karena itu, pejabat di setiap tingkatan harus mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” tandasnya. (**)



